Permainan Pemanggil Kembaran
Judul : Bad Games
Penulis : M. Rafid Nadhif
Tahun Terbit : 2018
Tahun Cetak : 2018
Kota Terbit : Bandung
Penerbit : DarMizan
Ketebalan Buku : 140 Halaman
No Edisi Buku (ISBN) :978-602-420-712-0
Ukuran Buku (P/L) : 20cm / 14cm
Bad Games Merupakan buku ke-26 dari M. Rafhid Nadhif yang ia tulis, buku ini ditulisnya saat duduk di bangku sekolah kelas IX SMP Negeri 1 Bandung. Nadhif telah menerbitkan beberapa buku sebelumnya di antaranya KKPK diary untuk dunia, KKPK Untukmu Ayah, dan KKJD Mysterious, Market.
Cerita ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan bernama Archygfdzx Orcveuyrx atau dipanggil Ar yang introver. Diceritakan ia sangat senang menyendiri dan menghindari keramaian, sifat nya yang introver itu membuatnya tidak memiliki teman sama sekali, walaupun ada seorang yang berusaha mengajaknya untuk berteman yaitu siswa pindahan yang menajdi teman sebangkunya Tyas, ia masih belum bisa terbuka dan hanya ayah dan ibunya lah yang menemaninya.
Hingga pada akhirnya kedua orang tuanya harus meninggalkannya sendirian karena melanjutkan pendidikan S3 di Fukuoka, Jepang. Akhirnya kini ia benar benar sendirian. Hingga suatu hari ia melakukan sebuah permainan, permainan ini adalah ritual pemanggilan hantu yang berwujud kembaran pemanggil dan akan selalu mengikuti.
Ar melakukan ritual tersebut lalu tidur, ketika bangun ia melihat kembarannya tersebut tertidur disebelahnya. Ar yang terkejut lalu melarikan diri, tetapi ia tetap dikejar hingga mereka berdua akhirnya akur dan menjalani hari layaknya seorang teman, hingga mereka berdua bermain Monopoli dan bernostalgia ketika masih kecil sering bermain Monopoli bersama ayahnya, hingga akhirnya kembarannya pun menunjukkan wujud aslinya, yaitu seorang hantu bermuka putih, berambut panjang, bermata merah, mengeluarkan darah dimulutnya dan bertanduk yang hendak membunuh Ar dengan menjatuhkannya dari lantai 2, saat dijatuhkan Ar tidak merasakan sakit karena dia berada diatas kasur, ternyata ia barusan sedang bermimpi dan terbangun, Ar pun tidak ingat lagi dengan mimpinya itu.
Karena berpetualang di alam bawah sadar membuatnya lapar, ia pun mengambil makanan di dapurnya lalu balik kekamarnya, ia lalu terkagetkan dengan seorang gadis yang tertidur di kasurnya, ternyata itu adalah kembarannya dan itu bukanlah mimpi, Ar yang mencubit pipinya pun sadar ini bukan lagi mimpi, ia seperti de javu dengan kondisi ini. Ar pun menjalani hari itu bersama kembaran yang hanya bisa ia liat kemana mana hingga saat bersekolah, keesoknnya Ar yang sakit tidak bisa bersekolah, dan kembarannya pun mengantikannya sebagai Ar kesekolah dan membuat kerusuhan hingga Ar dibenci teman sekelasnya dan terancam dikeluarkan dari sekolah. Ar mencoba bercerita tentang apa yang dialaminya tetapi tidak seorang pun yang mempercayainya.
Ketika Ar ingin pergi kesekolah, tetapi ia ditahan oleh kembarannya yang menunjukkan wujud aslinya yaitu seorang hantu bermuka putih, berambut panjang, bermata merah, mengeluarkan darah dimulutnya dan bertanduk yang memegang pisau yang ingin membunuhnya agar dapat mengantikan posisi Ar, Ar yang terpojok lalu melompat dari jendela kamarnya yang berada dilantai 2.
Ar terbangun diatas kaasur rumah sakit, dimana Ar mengalami lumpuh karena melompat dari lantai 2, Ar pun lalu bercerita dengan Tante Gina tentang apa yang dialaminya. Tante Gina pun memanggil temannya seorang Ustad yaitu Ustad Faqih yang membantu untuk melenyapkan kembaran Ar. Ar pun disuruh untuk membaca ayat suci Al Qur'an dengan seketika kembarannya pun lenyap. Ar kini yang lumpuh tidak bisa melanjutkan sekolahnya seperti biasa dan bersekolah Homeschooling, dan pada akhirnya sahabatnya yaitu Tyas meminta maaf karena kemarin sempat membencinya dan sekarang mengetahui kebenarannya, pada akhirnya mereka bisa tertawa lepas untuk pertama kalinya.
Novel ini berisi cerita yang menarik untuk kalangan muda yang menyukai cerita fantasi, dimana cerita tidak terlalu berat dan mudah dipahami. Alur cerita ini juga tidak terlalu berbelit belit yang mudah untuk diikuti serta beberapa masalah yang muncul sebelum masalah utama muncul,
Kekurangan novel ini adalah dibagian penyelesaian masalah dibuat terlalu simpel dimana sosok kembarannya lenyap dengan terlalu mudah yang kurang memberi kesan. Serta tidak ada ilustrasi lengkap untuk beberapa kejadian.
Novel ini sangat disarankan untuk dibaca para remaja yang memang menyukai cerita fantasi maupun tidak, karena cerita yang dibawakan menarik dan seru.

untuk pemula yang baru mulai baca novel genre horror-fantasi kayaknya cocok
BalasHapusCocok banget kak, apalagi pemula seperti saya
HapusKeren, Semangat Ghalib, selalu menulis💪
BalasHapus